Minggu, 23 Januari 2011

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup atau suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhanhewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.

KEANEKARAGAMAN hayati di ujung tanduk, begitulah keadaan keanekaragaman hayati pada tingkatan global di seluruh dunia. Tidak berbeda keadaannya dengan di Indonesia. Bangsa di bagian dunia mana­pun akan tergantung pada keanekaragaman hayati untuk kelangsungan hidupnya. Keanekaragaman hayati merupakan suatu fenomena alam mengenai keberagaman makhluk hidup, dan komplek ekologi yang menjadi tempat hidup bagi makhluk hidup. Ke­anekaragaman hayati dengan pengertian seperti itu mencakup interaksi antara berbagai bentuk kehidupan dengan lingkungannya, yang membuat bumi ini men­jadi tempat yang layak huni dan mampu menyediakan jumlah besar barang dan jasa bagi kehidupan dan ke­sejahteraan manusia.
·        Kesimpulan : Ada keseragaman dan keberagaman dari berbagai jenis    
                                tumbuhan dan hewan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar